Jangan bangga Menyambut Ramadhan dengan Balimau

78 Viewed jamil chaniago 0 respond

Mandi Balimau dalam Pandangan Islam Sebelum Bulan Suci Rahmadhan

“BALIMAU KASAI ATAU MANDI BALIMAU DITINJAU DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM”

Dalam ajaran Islam tidak dijumpai istilah balimau kasai, zaman rasulullah, sahabat, tabiin, tabiit tabiin dan seterusnya tidak pernah dikenal. Sehingga kalau ada sebagian ulama mengatakan kegiatan seperti ini adalah bi’ah bisa kita maklumi, yang dianjurkan dalam Islam adalah membersihkan diri secara zahir dan bathin. dengan bertobat dan saling bermaafan. Karena esensi dari hadirnya bulan Ramadhan adalah bagai mana kita bisa kembali kepada fitrah.

Ada kerisauan kita bersama, bahwa adat yang sedemikin cantik yang dikemas oleh ninik mamak dan pemangku adat,, secara perlahan-lahan telah terjadi pergeseran nilai, hal ini bisa kita lihat dengan kasat mata terjadinya pembauran laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dalam satu tempat mandi/sungai, berhura-hura , pemubaziran, ugal-ugalan dijalan raya, bahkan bermuara pada maksiat. Tentu ini sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya ketimuran dan norma agama. Seandainya balimau kasai dilakukan perorangan seperti dirumah atau oleh keluarga tanpa acara serimonial belaka dengan tidak mencampur adukkan yang hak dan bathil, maka ini bisa ditoleril,, tapi jangan sampai lari dari tujuan utama adalah membersihkan diri. dan gembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.Jadi, MANDI BALIMAU BOLEH SAJA ASAL MANDI DITEMPAT TERTUTUP, BUKAN MANDI DITEMPAT TERBUKA ATAU MANDI DISUATU TEMPAT/LOKASI BERCAMPUR DENGAN BUKAN MUHRIM. SETIAP LAKI2 MELIHAT AURAT WANITA DG SYAHWAT ITU ZINA MATA. SEDANGKAN MENUTUP AURAT WAJIB BAGI WANITA DEWASA KECUALI MUKA DAN TELAPAK TANGAN (HR.Abu Daud)

Dalil-Dalil Yang Berkaitan :
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An-Nur: 30)Katakanlah kepada para wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya)… (QS. AN-Nur: 31)Apabila Wanita tlah dewasa hendaklah menutup seluruh tubuh (berhijab) kecuali muka dan telapak tangan (HR. Abu Daud)Dari Abu Hurairah R.A dari Nabi SAW bersabda: “Telah ditulis bagi manusia bagian dari dosa zina, dan ia tidak bisa menghindarinya. Zina kedua mata adalah dengan melihat (hal yang diharamkan syariat untuk dilihat). Zina kedua telinga adalah mendengarkan (hal yang diharamkan oleh syariat untuk didengar). Zina lisan adalah dengan berbicara (hal yang diharamkan untuk dibicarakan). Zina tangan adalah dengan memegang (hal yang diharamkan untuk dipegang). Zina kaki adalah dengan melangkah (ke arah yang diharamkan). Zina hati adalah dengan berangan-angan dan menginginkan (hal yang diharamkan). Sedangkan kemaluan akan merealisasikannya atau membatalkannya”. (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657, dengan lafal Muslim).
Oleh karena itu sudah saatnya bagi kita , pemangku adat, pemerintah , tokoh agama mengevaluasi kembali dan mecoba men-set semula. Sehingga adat yang tadinya dipandang luhur jangan menjadi luntur dan membuat kita semakin kufur. karena kita selalu mendengungkan adat bersendikan syara’ , syara’ bersendikan kitabullah. Kita tetap menginginkan adat ini langgeng, tapi kita juga harus berupaya meminimalisir keganjilan-keganjilan yang terjadi agar kita jangan mendapat murka dari Allah. SWT.

Allah berfirman,“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (QS. Ali Imran (3): 135).

Mai kita ubah kebiasaan yg bertentangan dg nilai Islam, siapa lagi kalau bukan generasi mudah, kapan lagi kalau bukan sekarang. “samapaikan kebaikan walau satu ayat”
Semoga Allah selalu melindungi kita,, Aaimin.
Akhir kata admin web Mengucapkan “MARHABAN YA RAHMADAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”
Assalamualaikum Warahmatullahhi Wabarakattuh.

http://zamhirrempak.blogspot.com/2010/11/memaknai-balimau-kasai.htm
http://riau.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=10167
SUCIKAN LAHIR BATHIN MENYAMBUT BULAN SUCI, BUKAN DENGAN MANDI BALIMAU DI TEMPAT TERBUKA. TAPI TEMPAT TERTUTUP

 

Don't miss the stories follow Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tapung and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Upacara HARDIKNAS SMAN 3 Tapung

Buka Bersama Keluarga Besar SMAN 3 Tapung

Related posts
Comments are closed